NAMROLE, MNN.– Direktur RSUD Dr. Salim Alkatiri Kabupaten Buru Selatan, Hamid Mukadar, menegaskan rumah sakit baru yang kini sedang dibangun tidak hanya menghadirkan gedung megah dan peralatan medis modern, tetapi juga akan dilengkapi layanan kesehatan spesialistik seperti jantung, stroke, dan hemodialisa (cuci darah).
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama agar seluruh layanan tersebut dapat berjalan optimal sejak rumah sakit mulai beroperasi.
“Selama ini masih banyak pasien yang harus dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tertentu. Ke depan, kami berharap semakin banyak layanan dapat ditangani langsung di Buru Selatan,” kata Hamid kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan RSUD Dr. Salim Alkatiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan spesialistik yang selama ini masih terbatas.
Menurut Hamid, kehadiran layanan jantung, stroke, hemodialisa, serta berbagai layanan penunjang lainnya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit rujukan di luar Kabupaten Buru Selatan. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Namun, Hamid menekankan bahwa keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemegahan bangunan maupun kecanggihan peralatan medis. Ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten menjadi unsur paling penting dalam mendukung operasional rumah sakit.
Karena itu, pihak rumah sakit telah menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan layanan baru. Langkah tersebut dilakukan agar setiap unit pelayanan didukung SDM yang memiliki kompetensi sesuai standar pelayanan kesehatan.
Selain meningkatkan kualitas tenaga kesehatan yang telah ada, RSUD Dr. Salim Alkatiri juga terus berupaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis di berbagai bidang.
Saat ini rumah sakit tersebut telah memiliki sekitar sembilan dokter spesialis, di antaranya spesialis bedah, obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, anestesi, radiologi, serta patologi klinik. Meski demikian, kebutuhan dokter spesialis anak masih menjadi salah satu prioritas yang terus diupayakan.
Hamid menegaskan, pembangunan rumah sakit harus dipandang sebagai pembangunan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh, bukan sekadar pembangunan fisik semata.
“Pembangunan rumah sakit ini harus memberikan manfaat nyata. Yang kami siapkan bukan hanya gedungnya, tetapi juga tenaga kesehatan, layanan, dan sistem pelayanan agar masyarakat memperoleh akses kesehatan yang lebih cepat, lebih lengkap, dan lebih berkualitas,” tegasnya.
Keberadaan RSUD Dr. Salim Alkatiri dengan layanan spesialistik yang lebih lengkap diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Buru Selatan. Masyarakat di wilayah kepulauan tersebut nantinya tidak lagi bergantung sepenuhnya pada rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis yang membutuhkan layanan khusus.
Dengan penguatan fasilitas, layanan, dan SDM kesehatan, pemerintah daerah berharap rumah sakit baru ini mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, berkualitas, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membutuhkan pertolongan medis. (MNN-02)








