Reses ke Dapil, Basir Solissa Salurkan Bantuan Pertanian kepada Warga BurseL

oleh -5 views

MNN.com – Anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Basir Solissa, kembali turun ke daerah pemilihannya untuk menyapa masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan yang bersumber dari aspirasi DPRD tahun anggaran 2025.

Dalam reses kali ini, ia membawa kabar baik bagi para petani yang selama ini menanti dukungan alat pertanian.

Solissa mengatakan, bantuan yang disiapkan terdiri atas mesin potong rumput dan mesin sensor kecil, yang direncanakan akan didistribusikan dalam waktu dekat.

Namun, khusus untuk mesin sensor jelas Sekertaris PKB BurseL ini bahwa, penyalurannya masih tertunda karena terkendala pada proses keuangan daerah.

“Pihak Dinas Pertanian telah mengajukan SPM ke bagian keuangan sekitar lima bulan lalu, namun hingga kini belum ditindaklanjuti menjadi SP2D, sehingga menyebabkan distribusi alat tersebut belum dapat dilakukan kepada masyarakat,” jelas Basir Solissa.

Di tengah kendala itu, Basir tetap memastikan bahwa bantuan yang sudah tersedia tetap disalurkan sesuai kebutuhan.

“Pada hari ini, mesin potong rumput menjadi alat pertama yang diterima oleh warga,” ucap Basir.

Suasana haru dan syukur mewarnai pertemuan sederhana itu—sebuah bukti bahwa perhatian kecil pun bisa menjadi penguat langkah para petani di ladang mereka.

Sebut Basir Solissa, secara keseluruhan, terdapat 78 orang petani yang menjadi penerima bantuan pada tahap ini. Basir berharap bantuan tersebut dapat mempermudah pekerjaan petani dan menjadi dorongan bagi peningkatan produktivitas pertanian di Buru Selatan.

Sementara itu, kepada warga yang belum berkesempatan menerima bantuan di tahun ini, Basir menyampaikan pesan penuh kehangatan agar tetap bersabar.

“Setiap tahun menyediakan peluang baru, dan aspirasi yang belum tersentuh akan terus menjadi perhatian untuk direalisasikan pada periode berikutnya,” kata Solissa.

Dengan reses sebagai jembatan komunikasi, Basir Solissa kembali menunjukkan komitmennya: bahwa suara rakyat bukan hanya untuk didengar, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk nyata—meski langkahnya kadang harus menunggu birokrasi yang panjang.

[**”]